Lain Lain

Salah Kaprah Formasi 2-7-2 Thiago Motta


Thiago Motta sedang merintis kariernya sebagai instruktur. Usai gantung sepatu per akhir trend 2017/18, dirinya melatih kesebelasan U-19 Paris Saint-Germain (PSG), klub terakhir yang dibelanya. Belakangan, Motta menaruh pernyataan yang relatif menghebohkan tentang perpaduan dua-7-dua.

Formasi 2-7-2 jelas tidak lazim. Biasanya, sebuah kesebelasan bermain dengan pola dasar tiga hingga lima bek. Karenanya, poly media yang merespons pernyataan Motta tersebut menggunakan membayangkan perpaduan dua-7-dua misalnya yg dikatakan Motta. Tapi kebanyakan berdasarkan mereka justru salah kaprah.

ESPN misalnya. Menurut bonus deposit 100% member baru, Mereka lantas membuat grafis susunan 11 pemain menggunakan formasi dua-7-dua. Sergio Ramos dan Giorgio Chiellini menempati “dua” pemain belakang. Sementara itu, “7” diisi Fernandinho, Sergio Busquets, Manuel Neuer, Marouane Fellaini, & Felipe Melo, serta Luka Modric & Cristian Eriksen. Sedangkan “dua” terdepan diisi Diego Costa & Luis Suarez. ESPN menciptakan ini berlandaskan pernyataan Motta yg berbunyi:

“Penjaga gawang, saya memasukkannya di tujuh pemain tengah. Buatku, penyerang adalah pemain bertahan pertama sedangkan penjaga gawang pemain menyerang pertama. Permainan dimulai berdasarkan penjaga gawang, lewat kakinya, & para pemain depan menekan buat merebut bola balik .”

Media-media lain lalu melakukan hal serupa. Para kiper ditempatkan di antara 2 bek tengah & dua gelandang tengah atau sebagai satu di antara 2 bek tengah. Mereka juga menceritakan bagaimana tentang perubahan kiprah kiper di masa depan misalnya yang diungkapkan Motta.

Nyatanya kumpulan 2-7-dua yg diungkapkan Motta terbilang disalah-artikan. Apabila mencermati pernyataan asli Motta, ada kalimat penting yg diabaikan atau terlupakan atau terpotong sebagai akibatnya terjadi misinterpretasi. Begini yg dikatakan Motta pada La Gazzeta dello Sport ketika ditanyai tentang filosofi permainan yg Motta inginkan:

“En comptant de droite a gauche, ce serait un dua-7-dua. Le gardien, je le compte dans les sept du milieu de terrain. Pour moi, l’attaquant est le premier défenseur et le gardien le premier attaquant. Le gardien est le premier à commencer l’action en jouant au pied et les attaquants les premiers à faire pression pour récupérer le ballon.”

Dalam bahasa Indonesia berarti misalnya ini:

“Menghitung berdasarkan kanan ke arah kiri, itu akan sebagai 2-7-dua. Penjaga gawang, saya memasukkannya di tujuh pemain tengah. Buatku, penyerang adalah pemain bertahan pertama sedangkan penjaga gawang pemain menyerang pertama. Permainan dimulai dari penjaga gawang, lewat kakinya, & para pemain depan menekan buat merebut bola pulang.”

Dalam kutipan yg tersaji ESPN, mereka nir mencantumkan kalimat “Menghitung menurut kanan ke arah kiri”. Karenanya kemudian pemahaman atas apa yang diungkapkan Motta galat. ESPN mungkin merogoh kutipan dari tulisan lain yg memang menghilangkan kalimat pertama tersebut, yang sepertinya dilakukan juga sang media-media lain.